When I said about 'a brand new life' in the previous entry, I still didn't know that it would be a whole different life.
Di bulan Juli saya sama sekali ngga tau kalo sedang hamil. Karena sedang flu berat, saya pun dengan entengnya minum obat flu (yang mana sangat terlarang untuk ibu hamil, hiks). Masuk bulan Agustus, mulai berhitung kenapa tamu bulanan belum nongol juga. Saat itu seharusnya udah masuk minggu ke-6 kehamilan, akhirnya saya beli testpack. Dan hasilnya 2 strip nongol. Masih antara percaya dan tidak, besoknya saya tes lagi. Dan hasilnya masih sama. Alhamdulillah. Akhirnya kami pun berencana periksa ke gynecologist.
Tanggal 15 Agustus periksa ke dokter Hari, alhamdulillah hasilnya positif. Akhir pemeriksaan saya sempat ditanya apakah berasa mual-mual, saya jawab ndak. Kemudian saya dibekali dua jenis vitamin, asam folat dan zat besi. Minggu berikutnya saya menyesal menjawab tidak mual (karena memang saat itu saya sama sekali nggak mual), karena mual-mual mulai menyerang dengan hebatnya. Belum lagi badan berasa masuk angin setiap hari. Dan setiap bangun tidur di pagi hari badan saya bukannya berasa seger tapi berasa letih banget kayak orang habis lari marathon. Untungnya mbak ipar saya meminjami saya buku-buku tentang kehamilan. Buku-buku tersebut sangat membantu saya memahami perubahan apa saja yang sedang dialami tubuh karena kehamilan. Buku yang saya baca :
1. What to Expect When You're Expecting - Arlene Eisenberg, Heidi Murkoff, and Sandee Hathaway
2. 9 Bulan yang Menakjubkan - seri Ayahbunda
Meski ada buku-buku yang sangat membantu, tak urung saya sempat merasa frustasi juga dengan kondisi badan yang ngga seperti biasanya. Iya, saya tau orang hamil memang begini, tapi menjalaninya juga ngga semudah membaca teori di buku. Biasanya badan fit, sekarang jadi kayak orang mabuk tiap hari. Sehabis makan enak, keluar lagi. Dan karena berasa kayak orang masuk angin tiap hari, dan terus-menerus kecapekan, maka tiduran dan bermalas-malasan jadi kebiasaan baru saya. Termasuk males meng-update blog ini juga. :p
Dan ternyata ibu hamil juga jadi wegah sama bau-bauan tertentu. Kalo saya ngga tahan sama bau parfum wangi dan bau bumbu-bumbu masakan. Jadi bisa ditebak kalo saya jadi jarang ke dapur, dan selalu protes kalo suami pake parfum. Heheh... Belum lagi kondisi emosional yang jadi ngga stabil, yang dipengaruhi hormon-hormon kehamilan yang sedang bekerja. Kadang bawaannya pingin marah, pingin nangis, tau-tau jadi mellow ngga jelas. Untungnya suami cukup tahan banting menghadapi istrinya yang menjelma jadi orang yang berbeda. Meski dia sempat protes juga ngeliat saya hobi tiduran terus. :D
Dalam kasus saya, mual-mual atau yang biasa disebut morning sickness ngga cuman berasa di pagi hari, tapi sepanjang hari! Akibatnya nafsu makan saya pun menurun. Meski saya tetap makan 3 kali sehari, tapi porsinya semakin sedikit. Dan yang jadi cemilan saya pun cuman permen jahe. Bisa ditebak, berat saya pun turun. Untungnya ngga banyak-banyak, cukup sekilo saja.
Memasuki bulan keempat, mual mulai berkurang, dan saya mulai ngga berasa masuk angin tiap hari. Makan mulai enak, dan berat badan kembali ke angka sebelum hamil. Tapi tetep aja saya ngga bisa makan banyak-banyak, dan tiap kali selesai makan selalu berasa ingin muntah. Berat badan saya bertahan di angka yang tetap. Pas konsul ke dokter saya pun menanyakan ini, dan menurut beliau tidak masalah karena saat di-USG si jabang bayi sehat dan ukurannya cukup.
Mengenai minum susu, dari buku yang saya baca yang dibutuhkan ibu hamil adalah kalsiumnya saja. Dan kalsium tidak hanya didapat dari susu, dari asupan makanan sehari-hari pun kita bisa mendapat kalsium. Dari sayuran misalnya brokoli, kalo dari hewani misalnya ikan teri (yang mana ini adalah kesukaan saya. uhuy!). Jadi saya ngga terlalu maksa untuk minum susu banyak-banyak seperti yang disarankan banyak orang. Susu yang saya minum pun berganti-ganti, ngga melulu susu ibu hamil, karena saya suka bosen dengan rasanya. Susu UHT, keju, dan yogurt jadi menu saya sehari-hari secara bergantian. Yang penting yang masuk ke tubuh adalah produk susu. Dan dokter Hari pun juga ngga memaksakan harus minum susu ibu hamil, karena mungkin beliau paham seberapa banyak kebutuhan kalsium untuk ibu hamil yang bisa dipenuhi dari menu sehari-hari. Sehingga saya pun ngga perlu jadi korban iklan susu ibu hamil. :D
Sekarang kehamilan saya mulai masuk minggu ke-20, atau bulan ke-5. Saya mulai mengganti bawahan yang saya pakai dengan ukuran yang lebih longgar karena perut mulai membesar. Meski kata orang-orang perut saya belum kelihatan besar, tapi saya mulai berasa berat tiap kali berdiri dari posisi duduk atau jongkok. Ngga kebayang gimana kalo udah masuk 7-9 bulan, huhuhuuuu.... Tapi insyaAllah tubuh akan segera menyesuaikan. Dan ini menjadi semacam alert untuk saya mulai berolahraga lagi, supaya ngga berat bawa badan :p. Meski rasa males masih lengket juga karna kadung jadi putri tidur selama 3-4 bulan trakhir.
*gambar dari gettyimages
Saturday, November 14, 2009
After 20 weeks
Friday, August 07, 2009
another brand new life
nowadays, this site becomes a must-visit-link. ;) bismillah... semoga dimudahkan.
Monday, July 13, 2009
Resto Layar - Kertajaya

Wiken kemarin full dengan wisata kuliner Surabaya. Mulai dari tahu tek, lontong balap, sampe seafood. Yang paling berkesan tentu saja hidangan favorit, seafood! Kemarin kita nyoba Kepiting Telor Asin di Resto Layar, Kertajaya. Wuiihhh, kepiting telor ukuran jumbo, disiram saos telor asin.... Ngga perlu diitung kalori atau angka kolesterolnya deh, yang penting ngga tiap bulan makannya, wueheheh..
Trus iseng-iseng liat buku menu, sempat terheran-heran dengan salah satu nama ikan yang baru pertama kali ini dengernya. Tapi kita ngga nyoba menu yang ini, sudah terlanjur terlena dengan kepiting telor asin yang menjadi salah satu menu andalan resto Layar.
Saturday, June 27, 2009
Money Manager Ex
saya bukan orang yang boros, dalam artian masih bisa menyisihkan gaji tiap bulan untuk ditabung. setiap hari gajian, langkah pertama yang saya lakukan adalah mengamankan sekian persen dari gaji untuk dipindahkan ke rekening tabungan. baru berikutnya membayar tagihan2 rutin, dan sisanya untuk kebutuhan sehari2. saya juga cukup disiplin menggunakan kartu kredit, sehingga tagihan tiap bulan bisa selalu saya bayar full.
sepertinya ngga ada masalah dengan keuangan ya? tapi sejak menikah saya merasa perlu untuk memantau ke mana saja larinya penghasilan perbulan, dan apakah sekian persen yang saya sisihkan untuk tabungan sudah cukup atau masih bisa ditambah, mengingat banyaknya kebutuhan di tahun-tahun yang akan datang yang harus diantisipasi dengan mempersiapkannya sejak sekarang. pake microsoft excel? duh, program ini sudah saya gunakan sekian tahun terakhir, dan saya mulai bosan dengan tampilannya.
maka saya pun browsing software manajemen keuangan yang sederhana saja di google (kalo bisa sih dapet yang freeware). baca2 resensi sana sini, akhirnya saya memutuskan untuk download software Money Manager Ex. dan surprise banget saat menginstall-nya, ternyata ada opsi bahasa Indonesia! penggunaannya pun ngga sulit. kita ngga perlu dipusingkan dengan istilah2 akuntansi yang rumit-rumit. juga dilengkapi dengan chart-chart yang sangat membantu untuk menganalisa apakah pengeluaran vs pemasukan saya 'besar pasak daripada tiang'. saya baru seminggu ini menggunakannya, dan belum menemukan kendala apapun.
